2017-01-28

Inilah Kenapa Pernikahan Hantu di Cina Bisa Membahayakan

Pesta pernikahan-hantu tidak berbeda dengan pernikahan tradisional
Polisi di barat-laut Cina menangkap seorang pria yang diduga membunuh dua wanita penyandang cacat mental, tersangka menyatakan bahwa ia ingin menjual mayat kedua wanita tersebut kepada orang-orang yang ingin melangsungkan "pernikahan hantu".

Ritual-gelap kuno ini sekarang tengah menjadi sorotan, ritual yang bertujuan untuk memberikan pasangan bagi "bujangan" yang telah meninggal masih terjadi di beberapa tempat di Cina.

Menurut polisi di provinsi Shaanxi, sebelumnya pada bulan April, tiga orang ditangkap setelah polisi lalu lintas secara tidak sengaja melihat mayat seorang wanita dalam kendaraan mereka. Berdasarkan hasil investigasi seorang tersangka bernama Ma diduga pada mulanya menjanjikan pengantin pria kepada korban, sebaliknya korban malah dibunuh agar mayatnya bisa dijual.

Apa itu Pernikahan Hantu?
Praktek pernikahan hantu merupakan tradisi yang telah berlangsung selama hampir 3000 tahun, para pelaku adat mengatakan hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa orang yang telah meninggal tidak sendirian di alam baka.

Mulanya, pernikahan hantu hanya bagi orang yang sudah meninggal, yaitu ritual yang dilakukan untuk menikahkan pria dan wanita yang terlebih dahulu meninggal sebelum sempat menikah. Akan tetapi beberapa pernikahan hantu belakangan ini melibatkan salah satu mempelai yang masih hidup.

Dalam pernikahan hantu antara dua orang yang telah meninggal, keluarga mempelai wanita menuntut mahar, dan bahkan ada mahar yang terdiri atas perhiasan, pelayan, dan sebuah rumah mewah, akan tetapi semua dalam bentuk kertas.

faktor-faktor seperti usia dan latarbelakang keluarga adalah hal yang penting dikarenakan pernikahan ini lebih tadisional, sehingga kedua belah pihak menyewa seorang master feng shui yang menjadi "Mak comblang" bagi kedua mempelai.

Upacara pernikahan akan melibatkan mulai dari pihak pemakaman hingga perjamuan. Bagian terpenting dari acara adalah penggalian tulang-belulang mempelai wanita dan meletakannya kedalam kuburan mempelai pria.

Sisi gelap tradisi pernikahan hantu
Seiring waktu telah terjadi beberapa perubahan ritual di beberapa kota di Cina. Ada beberapa ritual yang menikahkan orang hidup dengan mayat secara sembunyi-sembunyi, akan tetapi yang lebih mengkhawatirkan adalah pencurian mayat bahkan pembunuhan.

Pada tahun 2015, dilaporkan terjadi pencurian 14 mayat wanita hanya dalam sebuah wilayah dikampung di provinsi Shanxi, warga mengatakan pencuri mayat melakukannya untuk uang.

Menurut Huang Jingchun, Kepala departemen Cina di Universitas Shanghai yang melakukan studi pernikahan hantu di Shanxi antara tahun 2008 hingga 2010, harga untuk satu mayat wanita muda melonjak drastis.

Pada masa studinya berlangsung, mayat-mayat tersebut dihargai sekitar 30.000 - 50.000 yuan (sekitar Rp.60 - 100 juta). Dr Huang memperkirakan harga untuk saat ini bahkan bisa lebih dari 100.000 yuan. Mulai tahun 2006 pemerintah melarang penjualan mayat, akan tetapi itu tidak menghentikan aksi para pencuri.

Seorang pria yang tertangkap tahun kemarin di Liangcheng mengatakan kepada pihak kepolisian bahwa ia membunuh seorang wanita agar ia bisa menjual mayat korban kepada keluarga yang ingin melangsungkan pernikahan hantu.

Kenapa hal ini semakin marak.
Alasan sangat beragam dari satu daerah ke daerah lainnya. di beberapa distrik di Cina, seperti di Shanxi dimana terjadi pembunuhan baru-baru ini, banyak sekali pekerja berusia muda di tambang batubara yang belum menikah, dimana angka kecelakaan kerja sangat tinggi.

Pernikahan hantu menjadi suatu bentuk kompensasi emosional dari kerabat yang berdukacita, sehingga mencari mempelai wanita adalah satu-satunya cara bagi mereka untuk menebus rasa bersalah bagi anak yang meninggal di usia muda demi meningkatkan perekonomian keluarga.

Rasio pertumbuhan penduduk antara pria dan wanita juga signifikan. sensus 2014 menunjukan angka kelahiran pria sekitar 115, sedangkan wanita 100.

Akan tetapi Dr Huang meyakini terdapat juga alasan kultur.

Banyak masyarakat Cina percaya mereka akan ditimpa kesialan jika keinginan mayat belum terpenuhi. Menyelenggarakan pernikahan hantu adalah upaya agar orang yang telah meninggal mendapat ketenangan di alam baka.

"Ideologi dasar dibalik pernikahan hantu adalah agar orang yang telah meninggal melanjutkan hidup mereka di alam baka," ujar Dr Huang. "Jadi jika seseorang belum pernah menikah semasa hidupnya, mereka masih tetap dinikahkan meskipun setelah meninggal."

Apakah ini terjadi ditempat lain?
Kebanyakan kasus ditemukan di utara dan pusat cina, daerah seperti Shanxi, Shaanxi dan provinsi Henan. Szeto Fat-Ching seorang master feng shui di Hongkong juga mengkonfirmasi bentuk adat leluhur ini masih ada pada komunitas cina di Asia Tenggara.

Di Taiwan, jika seorang wanita yang belum menikah meninggal dunia, keluarganya diperbolehkan meletakan bungkusan merah dengan uang tunai, jepit rambut, kuku jari ditempat terbuka dan menunggu seorang pria mengambilnya. Pria pertama yang mengambil paket, terpilih sebaga mempelai pria dan dipercaya sebagai kesialan jika ia menolak menikahi pengantin hantu.

Ritual pernikahan serupa, akan tetapi tidak seperti di Cina, tidak ada penggalian tulang-belulang. mempelai pria diperbolehkan menikah lagi nantinya, akan tetapi mempelai hantu harus dihormati dan diutamakan.

Tahun kemarin sebuah video pernikahan hantu dari Taichung di Taiwan dimana seorang pria terlihat menikahi mendiang kekasihnya dalam sebuah upacara yang rumit menjadi viral.

Inti dari ritual semacam pernikahan hantu adalah dilema yang universal bagi manusia untuk berhadapan dengan rasa kehilangan.

"Pernikahan hantu semacam ini sangat menyentuh, memperlihatkan kegigihan cinta," ujar Master feng shui Szeto.

0 comments:

Post a Comment